4wi3’s Blog

Just another WordPress.com weblog

Demam berdarah Dengue (DHF)

1.1 Pengertian

Ada beberapa pengertian tentang demam berdarah dengue (DBD) atau Dengue Hemorrhagic Fever (DHF).

  • DHF adalah penyakit menular yang disebabkan oleh virus dengue dan ditularkan melalui gigitan nyamuk aedes aegepty (Nursalam, dkk : 2005 : 159)
  • Penyakit demam akut dengan ciri-ciri demam manifestasi perdarahan dan bertendensi mengakibatkan rejatan yang dapat menyebabkan kematian (A. Mansjoer : 2000 : 49)
  • Penyakit febris virus – akut, seringkali disertai dengan sakit kepala, nyeri tulang atau sendi dan otot, ruam dan leukopenia sebagai gejalanya. (Yasmin (ed): 1999:1)

1.2 Etiologi

Penyebabnya adalah virus dengue 4 serotipe yang termasuk dalam group B dari arhropedi borne viruses (Arboviruses) yaitu DEN-1, DEN-2, DEN-3, dan DEN-4. Infeksi dengan salah satu serotipe akan menimbulkan anti bodi seumur hidup terhadap serotipe bersangkutan tetapi tidak ada perlindungan terhadap serotipe lain. Virus dangue ditularkan melalui vektor nyamuk Aedes Aegepty, nyamuk Aedes Alpopictus, Aedes Polynesienses dan beberapa spesies lain merupakan faktor yang kurang berperan.

dhf dhf 2

1.3 Patofisiologi

Virus hanya dapat hidup dalam sel hidup sehingga harus bersaing dengan sel manusia. Ada 2 perubahan patofisiologis utama terjadi pada  DHF / Dangue Haemorrhagic Fever :

  1. Peningkatan permebilitas vaskuler yang meningkatkan kehilangan plasma dari kompartemen vaskular. Keadaan ini mengakibatkan hemokonsentrasi, tekanan nadi rendah, dan tanda syok lain, bila kehilangan plasma sangat membahayakan.
  2. Gangguan pada hemostatis yang mencakup perubahan vaskular, trombositopenia, dan koagulopati. dhf

1.4 Manifestasi Klinis

Infeksi virus dangue mengakibatkan manifestasi klinis yang bervariasi mulai asimtomatik, penyakit paling ringan (mild undifferentiated febrie illness), demam dengue, demam berdarah dengue, dan sindrom syok dengue. Infeksi biasanya ditandai dengan demam tinggi, fenomena perdarahan, hepatomegali dan kegagalan sirkulasi. Demam dengue pada bayi dan anak kecil berupa demam ringan disertai timbulnya ruam makulopapular. Pada anak yang lebih besar dan orang dewasa dikenal sindrom trias dengue berupa demam tinggi mendadak, nyeri pada anggota badan (kepala, bola mata, punggung dan sendi) dan timbul ruam makulopapular. Tanda lain seperti sakit kepala berat, mual dan muntah. Biasanya ditemukan leukopenia dan mungkin tampak trombositopenia.

1.5 Pemeriksaan Penunjang

Lakukan pemeriksaan hemoglobin, hematokrit, hitung trombosit, uji serologi HI, Dengue Blot.

1.6 Diagnosis

Dasar diagnosis DBD (WHO 1997) :

1.6.1 Klinis

  1. Demam tinggi mendadakdan terus menerus selama 2-7 hari
  2. Manifestasi perdarahan, termasuk uji torniquet + dan bentuk lain (petekie, purpura, ekimosis, epistaksis, perdarahan gusi), hematemesis, melena.
  3. Pembesaran hati.
  4. Syok ditandai nadi lemah, cepat disertai tekanan nadi menurun (menjadi 20 mmHg atau kurang), tekanan darah menurun (sistolik sampai 80 mmHg), kulit terasa dingin dan lembab (ujung hidung, jari, kaki) pasien gelisah, sianosis sekitar mulut.

1.6.2 Laboratorium

Trombositopenia (2.200.000 / ul) dan hemokonsentrasi (nilai hematokrit lebih 20% dari normal).

Indikator Fase Syok:

  • Hari sakit ke 4-5
  • Suhu turun
  • Nadi cepat tanpa demam
  • Tekanan nadi turun/ hipotensi
  • Leukopenia < 5000/mm3

Diagnosis Banding :

Pada awal penyakit, diagnosis banding mencakup infeksi bakteri, virus atau protozoa seperti demam fifoid, campak influenza, hepatitis, demam chikungunya, leptospirosis dan malaria. Adanya trombositopenia yang jelas disertai hemokonsentrasi membedakan DBD dari penyakit lain. Diagnosis banding lain adalah sepsis, meningitis meningokok, idiopathic trombocytopenic purpura (ITD), leukimia dan anemia aplastik.

3. PENATALAKSANAAN

Pada dasarnya bersifat supportif yaitu mengatasi kehilangan cairan plasma sebagai akibat peningkatan permeabilitas kapiler dan perdarahan. Pasien DD dapat berobat jalan, DBD dirawat di ruang perawatan biasa, kasus DBD dengan komplikasi diperlukan perawatan intensif. Fase kritis pada umumnya terjadi pada hari sakit ketiga.

a.Rasa haus dan keadaan dehidrasi dapat timbul akibat demam tinggi, anoreksia dan muntah.Px perlu diberi minum banyak, 50 ml/ kg BB dalam 4 – 6 jam pertama berupa air teh dengan gula, sirup, susu, sari buah atau oralit. Setelah keadaan dehidrasi dapat diatasi, berikan cairan rumatan 80-100 ml/ kgBB dalam 24 jam berikutnya.

b.Hiperpireksi diatasi dengan antipiretik bila perlu surface coding dengan kompres es dan alkohol 70%.

c.Demam dengan paracetamol dosis 10 – 15 mg/ kgBB/ kali

d.Infus dilakukan jika pasien terus menerus muntah sehingga tidak mungkin diberi makanan per oral.

e.Penentuan hematokrit untuk menunjukkan derajat rembesan plasma dan kebutuhan terhadap cairan intravena, peningkatan hematokrit bisa dilihat dari perubahan tekanan darah dan nadi.

f.Tes elektrolit serum dan pemeriksaan gas darah.

g.Tes laboratorium jumlah trombosit, masa protrombin, masa tromboplastin parsial dan masa trombin

h.Tes fungsi hepar aspartat aminotransferase serum, alanin aminotransfer serum dan protein serum

i.Pada kasus syok diperlukan terapi oksigen, observasi TTV tiap 15 menit, pantau diuresis, jika perlu siapkan transfusi darah.

May 12, 2009 - Posted by | Uncategorized

No comments yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: