4wi3’s Blog

Just another WordPress.com weblog

KONSEP DASAR PUERPERIUM

2.1.1. Definisi nifas / puerpenium

1. Puerpenium / nifas adalah masa sesudah persalinan yang lamanya 6 minggu. Anonim, 1984

2. Kala Puerpenium berlangsung selama 6 minggu / 40 hari merupakan waktu yang diperlukan untuk pulihnya alat – alat kandungan pada keadaan normal Manuaba, 1998

3. Masa nifas (Puerpenium) dimulai setelah kelahiran plasenta dan berakhir ketika alat – alat kandungan kembali seperti keadaan sebelum hamil, masa nifas berlangsung selama kira – kira 6 minggu. Maternal dan Neonatal, 2002

4. Masa nifas adalahmasa partus selesai dan berakhir setelah kira – kira 6 minggu. Kapita Selecta Kedokteran, 2001

5. Nifas adalah masa pulihnya kembali, mulai dari persalinan selesai sampai alat – alat kandungan kembali pra – hamil, lama masa nifas ini yaitu 6 – 8 minggu. Mochtar Rustam, 1998

 

2.1.2. Periode Nifas

1. Puerpenium Dini

Yaitu pulihnya alat kandungan dimasa ibu sudah diperbolehkan jalan-jalan dan melaksanakan aktifitasnya berlangsung + 40 hari.

2. Puerpenium Intermedial

Yaitu pulihnya alat-alat kandungan secara menyeluruh yang lamanya + 6-8 minggu

3. Remote Puerpenium

Yaitu waktu yang diperlukan untuk pulih dan sehat sempurna terutama bila ibu selama hamil/waktu persalinan mempunyai komplikasi waktu untuk sehat sempurna bisa berminggu – minggu, bulanan / tahunan.

 

2.1.3. Tujuan Asuhan Kebidanan Masa Nifas

1. Menjaga kesehatan ibu dan bayinya baik fisik maupun psikologis

2. Melaksanakan skrinning yang komprehensif, mendeteksi masalah, mengobati/merujuk bila terjadi komplikasi pada ibu maupun bayi

3. Memberikan pendidikan kesehatan tentang perawatan kesehatan diri, nutrisi, keluarga berencana, menyusui, pemberian imunisasi kepada bayinya dan perawatan bayi sehat

4. Memberikan pelayanan keluarga berencana

 

2.1.4. Pada Masa Ini Terjadi Perubahan Fisiologis, Yaitu :

1. Perubahan fisik

2. Involusi uterus dan pengeluaran lochea

3. Laktasi pengeluaran air susu ibu

4. Perubahan sistem tubuh lainnya

5. Perubahan psikis

 

2.1.5. Lochea

Adalah cairan sekret yang berasal dari cavum uteri dan vagina dalam masa nifas

Lochea tidak lain adalah sekret luka yang berasal dari luka dalam rahim luka bekas plasenta

Tahap – tahap pengeluaran lochea :

1. Lochea Rubra

Berisi darah segar dan sisa – sisa selaput ketuban, sel – sel desidua verniks caseosa, lanugo, dan mekoneum, selama 2 hari pasca persalinan

 

2. Lochea Sanguinolenta

Berwarna merah kuning berisi darah dan lendir, pada hari ke 7 – 14 pasca persalinan

3. Lochea Serosa

Berwarna kuning, cairan tidak berdarah lagi, pada hari ke 7 – 14 pasca persalinan

4. Lochea Alba

Cairan putih, setelah 2 minggu

5. Lochea Purulenta

Terjadi infeksi, keluar cairan seperti nanah berbau busuk

6. Lochrostatis

Lochea tidak lancar keluarnya

Rustam Mochtar, 1998

 

2.1.6. Laktasi

Laktasi diartikan dengan pembentukan dan pengeluaran air susu ibu untuk menghadapi masa laktasi, kelenjar mammae telah disiapkan semenjak kehamilan, pada hari pertama keluar kolostrum cairan berwarna kuning kental mengandung banyak protein albumin. Kolostrum menambah kekebalan anak terhadap penyakit karena terdapat zat antibodi

Setelah persalinan pengaruh supresi estrogen dan progesteron hilang maka timbul pengaruh LH / prolaktin yang akan merangsang ASI. Disamping itu oksitosin menyebabkan mioepitel kelenjar susu berkontraksi sehingga ASI keluar.

Produksi akan banyak sesudah 2-3 hari post partum

Hal – hal yang mempengaruhi produksi ASI :

1. Faktor anatomis buah dada

2. Faktor biologis

3. Faktor makanan dan minuman

4. Faktor isapan anak

 

2.2. KONSEP DASAR PERDARAHAN POST PARTUM

2.2.1. Pengertian Perdarahan Post Partum

1. Perdarahan psot partum adalah perdarahan dalam kala IV yang lebih dari 500 – 600 cc dalam 24 jam setelah anak dan plasenta lahir. Rustam Mochtar, 1998

2. Perdarahan post partum adalah perdarahan 500 cc / lebih setelah kala III selesai / setelah plasenta lahir. Bedah kebidanan, 2000

3. Perdarahan pervaginam yang jumlahnya melebihi 600 cc dan terjadi dalam waktu 24 jam pertama setelah janin lahir

 

2.2.2. Jenis Perdarahan Post Partum

1. Perdarahan Post Partum Primer

Perdarahan post partum primer trjadi dalam 24 jam pertama. Penyebab utama perdarahan post partum primer adalah atenia uteri, retentio plasenta, sisa plasenta, dan robekan jalan lahir, terbanyak dalam 2 jam pertama

2. Perdarahan Post Partum Sekunder

Terjadi setelah 24 jam pertama penyebab utama perdarahan post partum sekunder adalah robekan jalan lahir dan sisa plasenta / membran

Manuaba, 1998

 

2.2.3. Faktor Yang Menyebabkan Post Partum

1. Grandemultipara

2. Jarak persalinan pendek kurang dari 2 tahun

3. Persalinan yang dilakukan dengan tindakan pertolongan kala uri sebelum waktunya, pertolongan persalinan oleh sukun, persalinan dengan tindakan paksa, persalinan dengan narkosa

 

 

2.2.4. Diagnosis

Pada setiap perdarahan post partum harus dicari apa penyebabnya secara ringkas membuat diagnosis adalah seperti bagan dihalaman berikut :

1. Palpasi uterus bagaimana kontraksi uterus dan tinggi fundus uteri

2. Memeriksa plasenta dan ketuban : apakah lengkap atau tidak

3. Lakukan eksplorasi kavum uteri untuk mencari :

a. Sisa plasenta dan ketuban

b. Robekan rahim

c. Plasenta suk senturiata

4. Inspekulo : untuk melihat robekan pada serviks, vagina dan varises yang pecah

5. Pemeriksaan laboratorium : pemeriksaan darah, Hb, clot observagion tes (COT) dan lain – lain

Perdarahan post partum ada kalanya merupakan perdarahan yang hebat dan menakutkan sehingga dalam waktu singkat ibu dapat jatuh kedalam keadaan syok. Atau dapat berupa perdarahan yang menetes perlahan – lahan tetapi terus menerus yang juga berbahaya karena kita menyangka akhirnya perdarahan berjumlah banyak

 

2.2.5. Mekanisme Terjadinya Perdarahan

Perdarahan berasal dari tempat plasenta, bila tonus uterus tidak ada, kontraksi uterus lemah, maka spiral anteries yang seharusnya tertutup akibat kontraksi uterus tersebut tetap terbuka. Darah akan terus mengalir melalui bekas melekatnya plasenta ke cavum uteri dan seterusnya keluar pervaginam (Phantom)

 

2.2.6. Gambaran Klinik

HPP terjadinya tidak mendadak, perdarahan tersebut terjadi terus menerus sebelum perdarahan tersebut dapat diatasi. Gejala – gejala perdarahan yang jelas :

1. Perasaan lemah

2. Mengantuk, menguap

3. Pandangan kabur

4. Pada pemeriksaan : tensi turun, nadi meningkat, nafas pendek

5. Penderita tampak anemis, jatuh dalam shock, kesadaran hilang dan akhirnya meninggal

 

2.2.7. Diagnosis Hpp

1. Perdarahan pervaginam berjumlah 500 cc

2. Uterus dalam keadaan flacard (tidak mempunyai tonus / kontraksi ) dapat pula kontraksi lemah dan hanya sebentar

3. Pada waktu ada kontraksi darah akan memancar keluar

4. Pada pemeriksaan inspeculo tidak ada robekan, sedangkan plasenta lengkap

5. Lama kelamaan akan timbul gejala “ perdarahan umum seperti anemia, shock, dan sebagainya

 

2.2.8. Pencegahan

Penecegahan terhadap terjadinya HPP ini kadang dalam banyak hal masih dapat dilakukan, misalnya :

1. Perbaikan k/u selama prenatal care

2. Kosongkan rectum dan buli pada tiap persalinan

3. Hindari partus lama/ partus kasep

4. Batasi pemakaian anestesi

5. Di beberapa RS ada yang memberi methergin IV pada saat kepala lahir / saat bahu depan lahir

 

2.2.9. Perawatan

1. Sebaiknya untuk perawatan HPP sudah disediakan pada setiap kasus yang duharapkan akan mengalami HPP

2. Bila terjadi HPP : kosongkan buli – buli dengan melakukan kotetterisasi

a. Tindakan sementara untuk menghentikan perdarahan

b. Kompresi aorta abdominalis

c. Kompresi bimanual : satu tinju pada fornik anterior, satu tangan dari laur menekan uterus supaya hiperanteflexi, sehingga aliran darah ke rahim berkurang

3. Perbaiki k/u dengan memberi cairan dan darah

4. Bila kontraksi uterus baik tetapi masih terjadi perdarahan, dipikirkan kemungkinan perdarahan berasal dari robekan jalan lahir, sisa plasenta, atau kelainan pembekuan darah

5. Bila setelah pemberian uterotonika kontraksi uterus masih belum adekuat dan perdarahan masih terjadi, lakukan uterovaginal tampenade, tampon ini bermaksud :

a. Merangsang uterus untuk berkontraksi

b. Menutup pembuluh darah yang terbuka

c. Tampon yang dipakai berukuran 10 cm x 10 cm

d. Tampon diangkat setelah 24 jam. Bila pada waktu mengambil tampon terjadi perdarahan, pengambilan tampon ditunda selama 24 jam lagi

6. Penaggulangan komplikasi :

a. Infeksi post partum : Pemberian antibiotika yang adekuat sebagai profilaksis maupun sebagai terapi bila sudah ada infeksi

b. Anoxia otak : Pemberian O2 yang cukup bila penderita jatuh shock

c. Memperbaiki fungsi ginjal : Pengukuran produksi urine jumlah cairan yang sesuai untuk menigkatkan produk si urine ini.

 

 

July 24, 2009 Posted by | Uncategorized | Leave a comment

Konsep Tanda-Tanda Bahaya KEHAMILAN

Konsep Tanda-Tanda Bahaya

Pengertian
Tanda-tanda bahaya kehamilan adalah gejala yang menunjukkan bahwa ibu dan bayi dalam keadaan bahaya.

Macam-macam Tanda Bahaya Kehamilan
1. Sakit kepala yang hebat
2. Masalah penglihatan
3. Bengkak pada muka dan tangan
4. Nyeri abdomen yanga hebat
5. Gerakan janin berkurang
6. Perdarahan pervaginam

Pengertian dari 6 tanda bahayascreenshot010

1. Sakit kepala yang hebat
Sakit kepala yang menetap dan tidak hilang dengan istirahat.

2. Masalah penglihatan
Perubahan visual yang mengidentifikasi keadaan yang mengancam jiwa adalah perubahan visual mendadak.
3. Bengkak pada muka dan tanganscreenshot014
Masalah serius jika pada muncul pada wajah dan tangan, tidak hilang setelah istirahat, dan disertai dengan keluhan fisik yang lain.

4. Nyeri abdomen yang hebat
Masalah yang mengancam keselamatan jiwa adalah yang hebat,menetap dan tidak hilang setelah istirahat.

5. Gerakan janin berkurang
Gerakan janin sudah dirasakan oleh ibu pada kehamilan 10 minggu.Bayi harus bergerak paling sedikit 3 kali dalam periode 3 jam.gerakan bayi akan lebih mudah terasa jika ibu berbaring atau beristirahat dan jika ibu makan dan minum dengan baik.

6. Perdarahan pervaginam
Perdarahan dari vagina dalam kehamilan adalah jarang yang normal. Pada masa awal sekali kehamilan, ibu mungkin akan mengalami perdarahan yang sedikit atau spooting disekitar waktu pertama terlambat haid. Perdarahan ini adalah perdarahan implantasi, dan ini nirmal terjadi. Pada waktu yang lain kehamilan, perdarahan ringan mungkin pertanda dari serviks yang rapuh (erosi). Perdarahan yang tidak normal adalah merah, banyak, dan kadang-kadang, tetapi tidak selalu disertai nyeri.
Gejala 6 tanda bahayascreenshot012

1. Sakit kepala yang hebat
Ibu akan menemukan bahwa penglihatannya menjadi kabur atau berbayang.

2. Masalah penglihatan
Perubahan visual misalnya pandangan kabur atau berbayang dan ibu akan sakit kepala yang hebat dan mungkin merupakan suatu tanda pre eklamsia.screenshot013
3. Bengkak pada muka dan tangan
Merupakan pertanda anemia, gagal jantung, atau pre eklamsia.

4. Bengkak pada muka dan tangan
Anemia, gagal jantung, atau pre eklamsia.
5. Gerakan janin berkurangscreenshot011
Ibu merasa tidak ada gerakan janin dan detak jantung janin tidak ada.

6. Perdarahan pervaginam
Merah, banyak, dan kadang-kadang, tetapi tidak selalu, disertai dengan rasa nyeri (Buku Panduan Maternal Neonatal, 2002).

book-021Pustaka
Depkes RI. 1993. Asuhan Kebidanan Pada Ibu Hamil Dalam Konteks Keluarga. Pusdiknakes. Jakarta.
Difiori, Judi. 2004. Pregnancy Fitness. Prestasi Pustaka Raya.Jakarta.
Depkes RI. 1993. Asuhan Kebidanan Pada Ibu Hamil Dalam Konteks Keluarga. Pusdiknakes. Jakarta.
Difiori, Judi. 2004. Pregnancy Fitness. Prestasi Pustaka Raya.Jakarta.

June 8, 2009 Posted by | Uncategorized | Leave a comment

TipS MengHilAngKan Bau BadAn

Tips Menghilangkan Bau Badan (BB)

https://i1.wp.com/newmedia.funnyjunk.com/pictures/Waxxed.jpg
Penyebab Badan bau bisa timbul dari salah satu dari dua faktor:
(a) jarang mandi dan
(b) bawaan lahir.
Kalau sebab pertama mudah obatnya, asal mandi teratur masalah beres. Bagaimana dengan sebab kedua? Begitu selesai mandi langsung bau lagi. Dikasi deodoran Rexona tidak mempan, malah tambah ‘pelangi’ baunya. Apabila Anda termasuk golongan ini ikuti tips mengatasi bau badan efektif berikut:

Pertama, cari batu tawas (Aluminium Sulfate). Batu ini berwarna putih agak bening dan biasanya di kita dipakai untuk membersihkan sumur. Batu tawas ini bisa didapat dg mudah di pasar tradisional. Di India, batu tawas ini juga berfungsi sebagai pengering darah sehabis cukur brewok.

Kedua, setiap habis mandi, usapkan batu tawas tsb di ketiak Anda. Jangan lupa ketiak dalam keadaan basah. Dan tawas-nya dicuci dulu sebelum diusapkan ke ketiak.

Tiga sampai lima kali usapan lembut batu tawas setiap habis mandi akan membuat badan Anda segar harum mewangi sabun sepanjang hari. Tak percaya, silahkan coba.

Bagaimana Tau Badan kita Bau?

Bagi yg punya BB (bau badan) sejak lahir, sulit menyadari bahwa badan kita berbau tidak sedap. Ibarat tukang jual ikan di pasar ikan yg hidungnya sudah “adaptasi” pada baru amis ikan, hidung pemilik BB juga terbiasa dg “bau ikan”-nya.

Oleh karena itu, cara terbaik adalah dengan bertanya pada teman dekat Anda apakah teman Anda “menikmati” dan merasakan hirupan BB Anda.

Idealnya, Anda merasa BB atau tidak, adalah lebih aman kalau setiap habis mandi memakai Tawas supaya lingkungan sekitar tidak tercemar zat “anthrax” dari ketiak kita.🙂

Banyak cara dilakukan orang untuk mengurangi bau badan / bau tidak sedap yang keluar dari tubuhnya. Mulai dengan menggunakan bedak, deodoran atau tawas. Meski keringat tidak berbau, keringat sering dikaitkan dengan bau ”asem-pahit” tersebut. Hal ini tidak sepenuhnya salah karena ketika tubuh berkeringatlah bau tersebut meruap.
Sejak masa puber, tubuh kita mengeluarkan bau khas di sekitar ketiak, kaki dan alat kelamin. Hal ini bisa menyebabkan seseorang menjadi rendah diri dan tidak pede. Bau yang tidak enak antara lain disebabkan oleh bakteri yang bercampur dengan keringat. Cara paling sederhana menghilangkan bau tidak enak tersebut adalah dengan mandi secara teratur.
Pada beberapa kasus, meski sudah rajin mandi, tetap saja seseorang menderita akibat bau tubuhnya yang tidak menyenangkan itu.
Bagi yang memiliki masalah seperti ini, ramuan tradisional dari para leluhur kita di bawah ini dapat dicoba.

Tips Menghilangkan Bau Badan:

Menghilangkan bau badan dengan Daun Sirih (Piper Betle)
Daun sirih yang telah lama dikenal berkhasiat sebagai antiseptik juga diketahui mengandung zat-zat aktif yang mampu menghilangkan bau badan. Sirih dikenal ampuh menghilangkan bau badan terutama yang ditimbulkan bakteri atau jamur. Kandungan kimia minyak asiri dalam daun sirih antara lain kadinen, kavikol, sineol, eugenol, karvakol dan zat samak.
Untuk menghilangkan bau badan, salah satu cara adalah dengan merendam beberapa helai daun sirih dalam air panas. Setelah dingin, airnya diminum. Dapat pula ditambahkan gula putih secukupnya untuk menambah rasa. Cara lainnya adalah dengan menghaluskan daun sirih dengan kapur lalu dioleskan ke ketiak.

Menghilangkan bau badan dengan Daun Beluntas (Pluchea Indica)
Tanaman yang biasa digunakan sebagai pagar hidup ini mempunyai sifat khas berbau langu dan berasa getir. Daun dan bunganya mengandung alkali yang bertindak sebagai antiseptik. Kandungan kimianya antara lain amino (leusin, isoleusin, triptofan, treonin), lemak, kalsium, fosfor, besi, Vitamin A dan C.
Untuk menghilangkan bau badan, daun beluntas biasa dilalap mentah atau dikukus terlebih dulu. Daun beluntas yang telah direbus juga lezat disantap sebagai urap (sayuran dengan kelapa parut yang dibumbui).
Jika dibiasakan menyantap daun beluntas, bau badan akan hilang. Selain itu, bau mulut yang kurang sedap pun akan hilang. Bagi yang tidak suka, bisa dengan meminum air rebusan daunnya setiap pagi dan sore. Beluntas juga bermanfaat menurunkan suhu tubuh untuk mendinginkan tubuh sehingga banyak keringat yang keluar dan suhu tubuh menjadi turun.

Menghilangkan bau badan dengan Daun Kemangi (Ocimun Balisicum)
Zat aktif yang terkandung dalam daun kemangi juga berfungsi sebagai antiseptik. Untuk mendapatkan manfaatkan daun ini juga digunakan sebagai lalap mentah atau sebagai sayuran urap yang juga mentah. Daun kemangi juga mengandung zat yang dapat meningkatkan selera makan. Bagi perempuan yang sedang mengalami menstruasi, jika mengonsumsi daun kemangi kurang lebih satu genggam pagi dan sore selama masa haid akan terhindar dari bau yang tidak sedap yang sering menimpa perempuan haid.

Menghilangkan bau badan dengan Rimpang Temulawak (Curcuma xanthorrhiza)
Zat-zat yang terkandung di dalam temulawak adalah sapomin, flavoinoida dan minyak asiri untuk menghilangkan bau badan. Caranya ialah minum rebusan rimpang temulawak yang telah dipotong-potong halus.
Air perasan temulawak yang sudah diparut dengan tambahan sedikit madu juga dapat diminum untuk menghilangkan bau tak sedap yang keluar dari tubuh. Selain itu, parutan temulawak juga dapat dibalurkan ke seluruh badan, dan didiamkan hingga kering sebelum dibersihkan untuk mendapatkan hasil maksimal.

Menghilangkan bau badan dengan Bunga Kecombrang (Nicolaia speciosa)
Zat aktif yang terkandung di dalamnya yang dapat menghilangkan bau badan adalah sapomin, flavoinoida dan polifenol. Kecombrang dapat dimanfaatkan dengan memasak daun muda dan bunganya dimakan sebagai teman makan nasi. Di daerah tertentu kecombrang biasa dimasak sebagai sayur lodeh.

Menghilangkan bau badan dengan Jeruk Purut (Citrus bystrix)
Kulitnya mengandung minyak asiri yang berbau harum. Jeruk purut dapat digunakan untuk menghilangkan bau badan dengan cara meminum sari campuran kulit jeruk purut dengan sebatang kencur yang dihaluskan bersama-sama dengan air secukupnya.

Menghilangkan bau badan dengan Jeruk Nipis (Citrus aurantifolia)
Air jeruk nipis dicampur dengan sedikit kapur sirih lalu digosokkan ke bagian tertentu seperti ketiak dipercaya mampu mengusir bau badan yang tidak sedap.

Menghilangkan bau badan dengan Jahe (Zingiber officinale)
Banyak orang India percaya bahwa jika mengonsumsi jahe bisa membuat mereka tercium manis.
Menurut Pen Chao Cing dari Kaisar Shen Nong (3000 SM), jahe segar dapat menghilangkan bau badan dan mendekatkannya kepada aura spiritual. Wedang jahe jika dikonsumsi secara teratur bisa jadi sangat membantu mengatasi masalah bau badan.

Menghilangkan bau badan dengan Ketimun/Mentimun (Cucumis sativus)
Satu buah ketimun muda dikupas kulitnya lalu digosokkan ke bagian badan dan berbau hingga berulang sehabis mandi.

Menghilangkan bau badan dengan Cengkih/Cengkeh (Eugenia aromatica)
Beberapa kuntum bunga cengkeh direndam sehingga mengembang kemudian airnya diminum. Air rebusan beberapa kuntum cengkeh dengan gula merah, dapat pula menjadi minuman segar dan menghangatkan di kala hujan.

May 28, 2009 Posted by | Uncategorized | Leave a comment

ArtI HiduP

 

OiNrplOc6dF1hidup itu adalah masalah,,.dan masalah itu pasti ada jalan keluarnya.dengan berjalannya waktu dan sulitnya masalah yang akan kita hadapi,dan bagaimana cara kita menyelesaikannya.semua itu membuat kita mengerti arti hidup,dan dari semua pengalaman itu kita akan menyadari untuk apa kita hidup.Setiap detik, setiap napas kita pun sangat berharga,untuk itu kita harus memanfaatkan hidup berbagilah hidupmu bagi orang lain, berbagilah kebahagiaan dan kesedihanmu bersama orang lain.karena kamu hidup tidak sendiri.

May 19, 2009 Posted by | Uncategorized | Leave a comment

KONsEp eKLaMSI


eklamsi Batasan

Eklamsi adalah kelainan akut pada ibu hamil, saat hamil tua, persalinan atau masa nifas ditandai dengan timbulnya kejang atau koma, dimana sebelumnya sudah menunjukkan gejala-gejala pre eklamsi (hipertensi, edems, proteinuri) . (Wirjoatmodjo, 1994: 49).

Patofisiologi

Penyebabnya sampai sekarang belum jelas. Penyakit ini dianggap sebagai suatu “ Maldaptation Syndrom” dengan akibat suatu vaso spasme general dengan akibat yang lebih serius pada organ hati, ginjal, otak, paru-paru dan jantung yakni tejadi nekrosis dan perdarahan pada organ-organ tersebut. (Pedoman Diagnosis dan Terapi, 1994: 49)

Pembagian Eklamsi

Berdasarkan waktu terjadinya eklamsi dapat dibagi menjadi:

1.   Eklamsi gravidarum

Kejadian 50-60 % serangan terjadi dalam keadaan hamil

2.    Eklamsi Parturientum

Kejadian sekitar 30-35 %, terjadi saat  inpartu dimana batas dengan   eklamsi gravidarum sukar dibedakan terutama saat mulai inpartu.

3.   Eklamsi Puerperium

kejadian jarang sekitar 10% , terjadi serangan kejang atau koma setelah persalinan berakhir.( Manuaba, 1998: 245)

Gejala Klinis Eklamsi

Gejala klinis Eklamsi adalah sebagai berikut:

1. Terjadi pada kehamilan 20 minggu atau lebih

2. Terdapat tanda-tanda pre eklamsi ( hipertensi, edema,proteinuri, sakit kepala yang berat, penglihatan kabur, nyeri ulu hati, kegelisahan atu hiperefleksi)

”Kejang-kejang atau koma”

Kejang dalam eklamsi ada 4 tingkat, meliputi:

a. Tingkat awal atau aura (invasi)

Berlangsung 30-35 detik, mata terpaku dan terbuka tanpa melihat (pandangan kosong) kelopak mata dan tangan bergetar, kepala diputar kekanan dan kekiri.

b. Stadium kejang tonik

Seluruh otot badan menjadi kaku, wajah kaku tangan menggenggam dan kaki membengkok kedalam, pernafasan berhenti muka mulai kelihatan sianosis, lodah dapat trgigit, berlangsung kira-kira 20-30 detik.

c.Stadium kejang klonik

Semua otot berkontraksi dan berulang ulang dalam waktu yang cepat, mulut terbuka dan menutup, keluar ludah  berbusa dan lidah dapat tergigit. Mata melotot, muka kelihatan kongesti dan sianosis. Setelah berlangsung selama 1-2 menit kejang klonik berhenti dan penderita tidak sadar, menarik mafas seperti mendengkur.

d.Stadium koma

Lamanya ketidaksadaran ini beberapa menit sampai berjam-jam. Kadang antara kesadaran timbul serangan baru dan akhirnya penderita tetap dalam keadaan koma. (Muchtar Rustam, 1998: 275)

”Kadang kadang disertai dengan gangguan fungsi organ”.

(Wirjoatmodjo, 1994: 49)

Pemeriksaan dan Diagnosis

Diagnosis eklamsi dapat ditegakkan apabila terdapat tanda-tanda sebagai berikut:

1. Berdasarkan gejala klinis diatas

2. Pemeriksaan laboratorium  meliputi adanya protein dalam air seni, fungsi organ hepar, ginjal dan jantung, fungsi hematologi atau hemostasis

Konsultasi dengan displin lain kalau dipandang perlu

  1. Kardiologi
  2. Optalmologi
  3. Anestesiologi
  4. Neonatologi dan lain-lain

(Wirjoatmodjo, 1994: 49)

Diagnosis Banding

Diagnosis banding dari kehamilan yang disertai kejang-kejang adalah:

1. Febrile convulsion   ( panas +)

2. Epilepsi ( anamnesa epilepsi + )

3. Tetanus     ( kejang tonik atau kaku kuduk)

4. Meningitis atau encefalitis ( pungsi lumbal)

Komplikasi Serangan

Komplikasi yang dapat timbul saat terjadi serangan kejang adalah:

1. Lidah tergigit

2. Terjadi perlukaan dan fraktur

3. Gangguan pernafasan

4. Perdarahan otak

5. Solutio plasenta dan merangsang persalinan

( Muchtar Rustam, 1995:226)

Bahaya Eklamsi

1. Bahaya eklamsi pada ibu

Menimbulkan sianosis, aspirasi air ludah  menambah gangguan fungsi paru, tekanan darah meningkat menimbulkan perdarahan otak dan kegagalan jantung mendadak, lidah dapat tergigit, jatuh dari tempat tidur menyebabkan fraktura dan luka-luka, gangguan fungsi ginjal: oligo sampai anuria, pendarahan atau ablasio retina, gangguan fungsi hati dan menimbulkan ikterus.

2. Bahaya eklamsi pada janin

Asfiksia mendadak, solutio plasenta, persalinan prematuritas, IUGR   (Intra Uterine Growth Retardation), kematian janin dalam rahim.

( Pedoman Diagnosis dan  Terapi, 1994:  43)

Prognosa

Eklamsi adalah suatu keadaan yang sangat berbahaya, maka prognosa kurang baik untuk ibu maupun anak. Prognosa dipengaruhi oleh paritas, usia dan keadaan saat masuk rumah sakit. Gejala-gejala yang memberatkan prognosa dikemukakan oleh Eden adalah:

1. Koma yang lama

2. Nadi diatas 120 per menit

3. Suhu diatas 39°C.

4. Tensi diatas 200 mmHg

5. Lebih dari sepuluh serangan

6. Priteinuria 10 gr sehari atau lebih

( M Dikman A, 1995: 45)

Penatalaksanaan

Prinsip pengobatan eklamsia pada ibu nifas adalah menghentikan kejang kejang yang terjadi dan mencegah kejang ulang.

1. Konsep pengobatan

Menghindari tejadinya kejang berulang, mengurangi koma, meningkatkan jumlah diuresis.

2.Obat untuk anti kejang

MgSO4 ( Magnesium Sulfat)

Dosis awal: 4gr 20 % I.V. pelen-pelan selama 3 menit atau lebih disusul 10gr 40% I.M. terbagi pada bokong kanan dan kiri.

Dosis ulangan  : tiap 6 jam diberikan 5 gr 50 % I.M. diteruskan sampai 6 jam pasca persalinan atau 6 jam bebas kejang.

Syarat     :  reflek patela harus positif, tidak ada tanda-tanda depresi pernafasan ( respirasi >16 kali /menit), produksi urine tidak kurang dari 25 cc/jam atau 150 cc per 6 jam atau 600 cc per hari.

Apabila ada kejang lagi, diberikan  Mg SO 4 20 %, 2gr I.V.  pelan-pelan. Pemberian I.V. ulangan ini hanya sekali saja, apabila masih timbul kejang lagi maka diberikan pentotal 5 mg / kg BB / I.V. pelan-pelan.

Bila ada tanda-tanda keracunan Mg SO 4 diberikan antidotum glukonas  kalsikus 10 gr % 10 cc / I.V  pelan-pelan selama 3 menit atau lebih.

Apabila diluar sudah diberi pengobatan diazepam, maka dilanjutkan pengobatan dengan MgSO 4 .

May 12, 2009 Posted by | Uncategorized | Leave a comment

Demam berdarah Dengue (DHF)

1.1 Pengertian

Ada beberapa pengertian tentang demam berdarah dengue (DBD) atau Dengue Hemorrhagic Fever (DHF).

  • DHF adalah penyakit menular yang disebabkan oleh virus dengue dan ditularkan melalui gigitan nyamuk aedes aegepty (Nursalam, dkk : 2005 : 159)
  • Penyakit demam akut dengan ciri-ciri demam manifestasi perdarahan dan bertendensi mengakibatkan rejatan yang dapat menyebabkan kematian (A. Mansjoer : 2000 : 49)
  • Penyakit febris virus – akut, seringkali disertai dengan sakit kepala, nyeri tulang atau sendi dan otot, ruam dan leukopenia sebagai gejalanya. (Yasmin (ed): 1999:1)

1.2 Etiologi

Penyebabnya adalah virus dengue 4 serotipe yang termasuk dalam group B dari arhropedi borne viruses (Arboviruses) yaitu DEN-1, DEN-2, DEN-3, dan DEN-4. Infeksi dengan salah satu serotipe akan menimbulkan anti bodi seumur hidup terhadap serotipe bersangkutan tetapi tidak ada perlindungan terhadap serotipe lain. Virus dangue ditularkan melalui vektor nyamuk Aedes Aegepty, nyamuk Aedes Alpopictus, Aedes Polynesienses dan beberapa spesies lain merupakan faktor yang kurang berperan.

dhf dhf 2

1.3 Patofisiologi

Virus hanya dapat hidup dalam sel hidup sehingga harus bersaing dengan sel manusia. Ada 2 perubahan patofisiologis utama terjadi pada  DHF / Dangue Haemorrhagic Fever :

  1. Peningkatan permebilitas vaskuler yang meningkatkan kehilangan plasma dari kompartemen vaskular. Keadaan ini mengakibatkan hemokonsentrasi, tekanan nadi rendah, dan tanda syok lain, bila kehilangan plasma sangat membahayakan.
  2. Gangguan pada hemostatis yang mencakup perubahan vaskular, trombositopenia, dan koagulopati. dhf

1.4 Manifestasi Klinis

Infeksi virus dangue mengakibatkan manifestasi klinis yang bervariasi mulai asimtomatik, penyakit paling ringan (mild undifferentiated febrie illness), demam dengue, demam berdarah dengue, dan sindrom syok dengue. Infeksi biasanya ditandai dengan demam tinggi, fenomena perdarahan, hepatomegali dan kegagalan sirkulasi. Demam dengue pada bayi dan anak kecil berupa demam ringan disertai timbulnya ruam makulopapular. Pada anak yang lebih besar dan orang dewasa dikenal sindrom trias dengue berupa demam tinggi mendadak, nyeri pada anggota badan (kepala, bola mata, punggung dan sendi) dan timbul ruam makulopapular. Tanda lain seperti sakit kepala berat, mual dan muntah. Biasanya ditemukan leukopenia dan mungkin tampak trombositopenia.

1.5 Pemeriksaan Penunjang

Lakukan pemeriksaan hemoglobin, hematokrit, hitung trombosit, uji serologi HI, Dengue Blot.

1.6 Diagnosis

Dasar diagnosis DBD (WHO 1997) :

1.6.1 Klinis

  1. Demam tinggi mendadakdan terus menerus selama 2-7 hari
  2. Manifestasi perdarahan, termasuk uji torniquet + dan bentuk lain (petekie, purpura, ekimosis, epistaksis, perdarahan gusi), hematemesis, melena.
  3. Pembesaran hati.
  4. Syok ditandai nadi lemah, cepat disertai tekanan nadi menurun (menjadi 20 mmHg atau kurang), tekanan darah menurun (sistolik sampai 80 mmHg), kulit terasa dingin dan lembab (ujung hidung, jari, kaki) pasien gelisah, sianosis sekitar mulut.

1.6.2 Laboratorium

Trombositopenia (2.200.000 / ul) dan hemokonsentrasi (nilai hematokrit lebih 20% dari normal).

Indikator Fase Syok:

  • Hari sakit ke 4-5
  • Suhu turun
  • Nadi cepat tanpa demam
  • Tekanan nadi turun/ hipotensi
  • Leukopenia < 5000/mm3

Diagnosis Banding :

Pada awal penyakit, diagnosis banding mencakup infeksi bakteri, virus atau protozoa seperti demam fifoid, campak influenza, hepatitis, demam chikungunya, leptospirosis dan malaria. Adanya trombositopenia yang jelas disertai hemokonsentrasi membedakan DBD dari penyakit lain. Diagnosis banding lain adalah sepsis, meningitis meningokok, idiopathic trombocytopenic purpura (ITD), leukimia dan anemia aplastik.

3. PENATALAKSANAAN

Pada dasarnya bersifat supportif yaitu mengatasi kehilangan cairan plasma sebagai akibat peningkatan permeabilitas kapiler dan perdarahan. Pasien DD dapat berobat jalan, DBD dirawat di ruang perawatan biasa, kasus DBD dengan komplikasi diperlukan perawatan intensif. Fase kritis pada umumnya terjadi pada hari sakit ketiga.

a.Rasa haus dan keadaan dehidrasi dapat timbul akibat demam tinggi, anoreksia dan muntah.Px perlu diberi minum banyak, 50 ml/ kg BB dalam 4 – 6 jam pertama berupa air teh dengan gula, sirup, susu, sari buah atau oralit. Setelah keadaan dehidrasi dapat diatasi, berikan cairan rumatan 80-100 ml/ kgBB dalam 24 jam berikutnya.

b.Hiperpireksi diatasi dengan antipiretik bila perlu surface coding dengan kompres es dan alkohol 70%.

c.Demam dengan paracetamol dosis 10 – 15 mg/ kgBB/ kali

d.Infus dilakukan jika pasien terus menerus muntah sehingga tidak mungkin diberi makanan per oral.

e.Penentuan hematokrit untuk menunjukkan derajat rembesan plasma dan kebutuhan terhadap cairan intravena, peningkatan hematokrit bisa dilihat dari perubahan tekanan darah dan nadi.

f.Tes elektrolit serum dan pemeriksaan gas darah.

g.Tes laboratorium jumlah trombosit, masa protrombin, masa tromboplastin parsial dan masa trombin

h.Tes fungsi hepar aspartat aminotransferase serum, alanin aminotransfer serum dan protein serum

i.Pada kasus syok diperlukan terapi oksigen, observasi TTV tiap 15 menit, pantau diuresis, jika perlu siapkan transfusi darah.

May 12, 2009 Posted by | Uncategorized | Leave a comment